Oleh: Prof. Dr. H. Maragustam, M.A. dan Drs H Mangun Budiyanto, MSI
| ASPEK-ASPEK | PENDIDIKAN BARAT | PENDIDIKAN ISLAM |
| Proses Belajar Mengajar | Karena sekularistik-materialistik, maka motif dan objek belajar-mengajar semata-mata masalah keduniaan | Aktivitas belajar-mengajar ialah amal ibadah, berkaitan erat dengan pengabdian kepada Allah |
| Tanggungjawab belajar mengajar | Semat-mata urusan manusia | Disamping tanggungjawab kemanusiaan, juga tanggungjawab keagamaan. Karena dalam belajar mengajar, terdapat hak-hak Allah dan hak-hak makhluk lainnya pada setiap individu, khususnya bagi orang yang berilmu |
| Kepentingan Belajar | Belajar hanyalah untuk kepentingan dunia, sekarang dan di sini | Belajar tidak hanya untuk kepentingan hidup dunia sekarang, tetapi juga untuk kebahagiaan hidup di akhirat nanti |
| Konsep Pendidikan | Barat pada umumnya tidak mengaitkan pendidikan dengan pahala dan dosa. Ilmu itu bebas nilai (values free). | Islam mengaitkannya dengan pahala dan dosa karena kebajikan dan akhlak mulia merupakan unsur pokok dalam pendidikan Islam. |
| Tujuan Akhir Pendidikan | Hidup sejahtera di dunia secara maksimal baik sebagai warga Negara maupun sebagai warga masyarakat. | Terwujudnya insan kamil (manusia sempurna dan paripurna), yang pembentukannya selalu dalam proses sepanjang hidup (has a beginning but not an end). |
PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN BARAT MENGENAI EMPERISME
Oleh: Prof. Dr. H. Maragustam, M.A.
| ASPEK PERBEDAAN ANTARA EMPERISME DAN ISLAM EMPERISME ISLAM | ||
| ASPEK | EMPERISME | ISLAM |
| Manusia lahir dalam keadaan suci bersih | Emperisme lebih cenderung member pengertian suci bersih sebagai sesuatu yang kosong | Islam cenderung memahami suci bersih bukan kosong tapi potensi dasar (fitrah) |
| Usaha keberhasilan pendidikan | Memberi peran lebih besar dan bahkan menentukan dalam keberhasilan pendidikan | Islam member keterbatasan usaha bagi keberhasilan pendidikan |
| Pusat Perhatian Pendidikan | Antroposentris dan kosmosentris | Teosentris. Antroposentris dan kosmosentris (teoantropokosmosentris) |
| PERSAMAAN ANTARA EMPERISME DAN ISLAM | ||
| ASPEK | EMPERISME | ISLAM |
| Manusia lahir dalam keadaan suci bersih | Emperisme mengakuinya | Islam juga mengakuinya |
PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN BARAT MENGENAI NATIVISME
Oleh: Prof. Dr. H. Maragustam, M.A.
| ASPEK PERBEDAAN ANTARA EMPERISME DAN ISLAM NATIVISME ISLAM | ||
| ASPEK | NATIVISME | ISLAM |
| Tugas Pendidik | Terbatas sebagai fasilitator dalam proses pembelajaran | Tidak cukup sebagai fasilitator melainkan juga ikut bertanggungjawab pembentukan peserta didik yang beriman dan bertakwa |
| Pustat Perhatian Pendidikan | Antroposentris dan kosmosentris | Teosentris. Antroposentris dan kosmosentris |
| PERSAMAAN ANTARA NATIVISME DAN ISLAM | ||
| ASPEK | NATIVISME | ISLAM |
| Pentingnya faktor pembawaan (heriditas) | Nativisme mengakuinya | Islam juga mengakuinya |
| Pendidik lebih identik berfungsi sebagai fasilitator | Nativisme mengakuinya | Islam pun mengakuinya |
PERBEDAAN ANTARA PENDIDIKAN ISLAM DAN PENDIDIKAN BARAT MENGENAI KONVERGENSI
Oleh: Prof. Dr. H. Maragustam, M.A.
| ASPEK PERBEDAAN ANTARA KONVERGENSI DAN ISLAM | ||
| ASPEK | KONVERGENSI | ISLAM |
| Arah pengembangan kepribadian peserta didik | Konvergensi lebih cenderung kea rah kesejahteraan hidup di dunia | Islam cenderung kea rah kehidupan dunia dan akhirat yang serimbang dan pengabdian kepada Allah (QS. Al-Zariyat (51):56 dan Al-Qashas (28): 77. |
| Kebebasan dan keterikatan dalam keberhasilan pembelajaran | Keterikatan berdasar pada unsure dunia semata | Sedangkan Islam keterikatan itu disamping unsure duniawi tapi juga unsure ukhrawi |
| Pusat Perhatian Pendidikan | Antroposentris dan kosmosentris | Teosentris. Antroposentris dan kosmosentris |
| PERSAMAAN ANTARA KONVERGENSI DAN ISLAM | ||
| ASPEK | KONVERGENSI | ISLAM |
| Faktor dasar (endogen) dan factor ajar (eksogen) penting bagi pembentukan dan pengembangan kepribadian peserta didik | Konvergensi mengakuinya | Islam juga mengakuinya |
| Adanya kebebasan dan keterikatan | Konvergensi mengakuinya | Islam mengakuinya |

